Sarak

Matahari tenggelam di antara sayu matamu
Mendatangkan gerimis yang jatuh dari sembab mataku
Kurasa janji yang membuaimu, telah habis dalam kalut pikirku
Perasaan yang sama, ketika aku jatuh pada terjal lekuk bibirmu

Gelap malam dan gemuruh petir mengisi jeda di antara aku dan kau
Menimbulkan tanya, mungkinkah esok dapat ditunda kedatangannya
Sempitnya waktu tidak memberi kesempatan bagi kasih bergejolak dalam relungku
Lamanya rintik akhirnya hanya sanggup membuat kita mendekap menunggu

Dan ketika akhirnya hari ini habis, detik berdenting maju
Meski gelap gundah matamu tetap meruangi aku
Sekali aku berpisah denganmu
Seribu tahun senjamu mengisi jiwaku

Di lain waktu alam berisyarat pada aku dan kau
Aku sampaikan rindu dan ampun
Kau sampaikan padaku;
Jika pergi tanpa pesan,
Jangan pernah kembali walaupun dengan ribuan permisi

Jakarta, 14 Oktober 2017
Anindhita Soekowati

a3914c8ade5884d3fbc9cdecd252e26c

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s