Hilang

Aku mengadah pada langit yang hampa

Memandangi langit yang jelas kosong tanpa bintang yang biasanya benderang

Lalu aku ganti memandangi jalan yang sama lengangnya

Motor mobil becak bemo satu-satu lewat, dan aku cari mata yang biasanya teduh padaku

tidak ada

Hari ini hanyalah hari lain bagi semesta

Namun hari ini terasa luar biasa hampanya

Tidak seperti hatiku yang gaduh,

Paradoks?

Tak ada kata lagi yang cukup indah untuk dirangkai

Tidak ada warna yang lebih indah untuk dipandang

Karena lelah, dan hanya bisa lelah menunggu kamu yang tak kunjung datang

Kamu, kamu dimana?

Bawa pulang rasa, bawa pulang tenang

Tolonglah

Semesta, tolonglah

Bawa ia pulang, atau jangan sama sekali

Biar saja hilang, dimakan debu atau jadi tak bersuara seperti sepi

Mungkin nanti tenang datang

Membawa rasa yang pernah kau bawa kabur,

hilang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s