Pelacur Kota Jakarta

Sebuah dialog singkat terjadi diantara aku, dan kembang perawan

Ia menawan, bak mawar yang terlalu merah

Pipinya kemerahan,

Matanya hitam, sehitam kopi tadi pagi

Ia mengajakku pergi, ia mengajakku pulang pada Ibu

Ia katakan padaku, bahwa segenap jiwa akan dia berikan padaku yang ragu

Ia akan berikan lebih dari sekedar raga yang ranum, namun juga jiwa kosongnya itu

Asal aku bawa ia pulang pada Ibu

Sayang, kukatakan pada kembang perawan,

“Jangan pulang padaku, Nak”

“Cari saja Bapakmu”

“Pulanglah ke mana asalmu, aku tak tahu”

Lalu kutinggalkan ia yang duduk tersedu

Maafkan Ibu nak,

Ibu tidak dapat berikan apa-apa padamu

Karena Ibu,

Hanyalah sekedar pelacur kota Jakarta

Yang jiwanya lebih kosong dari jiwamu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s