Kau yang Idaman

bed-couple-cuddle-cute-Favim.com-1476058

Kemanakah pulang itu?

Ketika rumah bukan lagi tempat yang teduh

Atau ketika kaki harus beralaskan sandal untuk menginjak lantai rumah

Karena beling-beling yang kau pecah, dan piring-piring yang kubelah

Jadi, kemanakah pulang?

 

Dimanakah rumah itu?

Ketika atap genting satu persatu runtuh, menjatuhi kepala dari tubuh yang terlelap

Ketika aku harus selalu siaga dirumahku sendiri

Karena engkau, bukan lagi jadi pelabuhan dari akhir pelayaran

Jadi, dimanakah rumah itu?

 

Maka aku hendak pergi,

Meninggalkan rumah yang dulu idaman,

Membawa hati yang terkoyak, juga raga yang tidak utuh

Aku pergi kosong kaki, berlumur darah dan nanah,

Serta asa yang tinggal setengah

Jiwaku mengembara lagi

 

Jika di rumah engkau tetap bertahan

Kuharap kau sapu beling dan piring,

Tambal genting rumah indaman

Serta, jangan lupa,

Jadikan dirimu, hati yang nyaman lagi

 

Bukan untukku,

Namun untuk jiwa hilang lain lagi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s