Pernyataan Paradoks

Rabu, 23 Desember 2015

140403-byer-dollar-a-day-21

Katamu,

Langit malam bertabur bintang

Padahal, saat malam sirna bintangpun masih bertabur

Hanya saja, matahari tak lagi malu untuk berkuasa

 

Katamu,

Laut itu biru

Padahal, langitlah yang biru

Dan sedalam-dalamnya laut adalah hitam

 

Katamu,

Pelangi tiba saat hujan reda

Padahal, pelangi adalah bias

Maka ia tiba kapanpun ia mau

Karena aku padamu pun bias

 

Lalu katamu,

Ibu kuat seperti baja, mencinta seperti pujangga

Padahal, Ibu rapuh seperti daun dimusim gugur, mendemdam sedalam palung

Karena wanita menjadi Ibu hanya untukmu

Segalanya bagimu

 

Dan katamu,

“Segalaku pun bagi Ibu”, “bahagiaku untuk Ibu”

Padahal, Segalamu hanya sedangkal telaga

sedang segala Ibu sedalam jagat raya

 

Jadi kataku,

Maafkan aku,

Ibu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s